Marhaban ya Ramadhan

Prolog

Ini semua tentang Balaraja
Kehidupannya
Manusianya
Kegiatannya
Organisasinya
Pemerintahnya
dari Pinggiran Bakung sampai Pojok Gembong

Jumat, 14 Agustus 2009

Amalan di Bulan Ramadhan

1. Membaca Al Qur’an

Allah Ta’ala berfirman:
“Bulan Ramadhan itulah bulan yang didalamnya diturunkan Al Qur’an yang menjadi petunjuk bagi manusia, dan menjadi keterangan-keterangan dari petunjuk itu dan membedakan antara yang hak dan yang bathil. Maka barangsiapa diantara kamu melihat bulan itu hendaklah ia berpuasa.” (QS. Al Baqarah:185)

Allah Ta’ala berfirman:
“Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah (Al Qur’an) dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebagian dari rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi, agar Allah menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan menambah kepada mereka dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri.” (QS. Al Faathir:29-30)

Membaca Al Qur’an ada dua macam : membaca lafadznya (hurufnya) saja dan membaca hukumnya dengan mengimani serta mengamalkan isinya. Yang kedua inilah tujuan di turunkannya Al Qur’an.

Al Qur’an mengandung berbagai obat dan kesembuhan bagi hati dan anggota tubuh lainnya dari segala penyakit.

Allah Ta’ala berfirman:
“Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman.” (QS. Yunus:57)

Allah Ta’ala juga berfirman:
“Dan Kami turunkan dari Al Qur’an suatu yang menjadi penawar (penyembuh) dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.” (QS. Al Israa’:82)

Allah Ta’ala juga berfirman:
“Katakanlah: Al Qur’an itu adalah petunjuk dan penawar (penyembuh) bagi orang-orang yang beriman.” (QS. Al Fushilat:44)

Barangsiapa yang mempelajari Al Qur’an dan hatinya menyertainya dengan khusyu’, pasti akan mampu memandang kebenaran dan kebatilan, mampu membedakannya seperti ia mampu membedakan antara malam dan siang.

Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda: “Orang yang terbaik diantara kamu adalah yang mempelajari Al Qur’an dan mengajarkannya.” (HR. Bukhari, At Tirmidzi dan Abu Dawud)

Beliau Shalallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda pula: “Orang yang membaca Al Qur’an dengan lancar (dan benar tajwidnya) bersama para malaikat yang mulia lagi baik, sedang orang yang membaca Al Qur’an terbata-bata dan berat (kurang lancar), baginya dua pahala.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Beliau Shalallahu ‘Alaihi Wassalam juga bersabda: “Sesungguhnya orang yang membaca satu huruf dari Kitab Allah (Al Qur’an) mendapat satu kebaikan dan dilipat gandakan sampai sepuluh kali lipat. Aku tidak mengatakan Alif Laam Miim itu satu huruf, akan tetapi Alif satu huruf, Laam satu huruf dan Miim satu huruf.” (HR. At Tirmidzi, hasan shahih)

Beliau Shalallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda pula: “Mengapa salah seorang dari kamu tidak pergi ke masjid lalu mempelajari atau membaca dua ayat dari kitab Allah, hal itu lebih baik baginya daripada dua ekor onta, tiga (ayat) lebih baik baginya daripada tiga (ekor onta), empat (ayat) lebih baik baginya daripada (empat ekor) onta dan sejumlah bilangannya (ayat) (lebih) baik dari onta.” (HR. At Tirmidzi, hasan shahih)

Beliau Shalallahu ‘Alaihi Wassalam juga bersabda: “Bacalah Al Qur’an, karena sesungguhnya pada hari kiamat nanti ia akan datang untuk memberi syafaat kepada para pembacanya (yang mengamalkan)”. (HR. Muslim)

Dalam membaca Al Qur’an hendaklah kita tidak terburu-buru dan hanya mengejar khatam saja, akan tetapi kita meresapi dan merenungkan isi serta kandungannya. Sebagaimana para sahabat Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam, mereka tidak melampaui sepuluh ayat sebelum paham dan mengamalkannya. Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhu berkata: “Membaca satu surat dengan tartil (dengan penghayatan dan tadabbur) lebih aku sukai dari pada membaca Al Qur’an seluruhnya (dengan cepat tanpa penghayatan dan tadabur).”

Allah Ta’ala berfirman:
“Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al Qur’an ataukah hati mereka terkunci?” (QS.Muhammad:24)

Khabbab radhiallahu ‘anhu berkata: “Bertaqarrublah kepada Allah semampumu! Ketahuilah sesuatu yang paling disukai oleh Allah untuk bertaqarrub kepada-Nya adalah kalam-Nya (membaca Al Qur’an).”

Utsman bin Affan radhiallahu ‘anhu berkata: “Andaikan hatimu itu bersih, pasti tidak akan pernah kering dari kalam Rabb-mu (ingin selalu membaca Al Qur’an).”

Ibnu Mas’ud radhiallahu ‘anhu berkata: “Barangsiapa ingin mengetahui bahwa ia cinta kepada Allah, maka hendaklah mengukur dirinya dengan Al Qur’an. Jika ia cinta kepada Al Qur’an, berarti cinta kepada Allah, karena Al Qur’an adalah kalam Allah.”

2. Memelihara Shalat Sunnah Rawatib

Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda: “Tiadalah seorang hamba muslim yang shalat karena Allah setiap hari dua belas raka’at, (shalat) thathawwu’ (sunnah) bukan fardhu, melainkan Allah membangunkan untuknya rumah di surga.” (HR. Muslim)

3. Mengerjakan Shalat Dhuha

Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda: “Shalat Dhuha adalah Shalatul Awwaabiin (shalatnya orang-orang yang selalu kembali kepada Allah).” (HR. Abu Dawud dan At Tirmidzi, hadits shahih)

4. Berdzikir Setelah Shalat Subuh Sampai Matahari Terbit lalu Shalat Dua Rakaat

Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda: “Barangsiapa shalat subuh berjama’ah kemudian duduk berdzikir kepada Allah sampai matahari terbit kemudian shalat dua raka’at, hal itu baginya seperti pahala haji dan umrah sempurna, sempurna, sempurna. (HR. At Tirmidzi, di shahihkan Al Albani dalam Shahihl Jami no. 6346)

5. Memperbanyak Berdzikir

Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu meriwayatkan, Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda: “Barangsiapa mengucapkan :

Tiada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah, yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan bagi-Nya pula segala pujian. Dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu) Dalam sehari seratus kali, niscaya ucapannya itu menyamai pahala membebaskan sepuluh budak. Juga, ditulis baginya seratus kebaikan dan dihapus darinya seratus kejelekan. Juga, dalam sehari itu dia dijaga dari setan sampai sore harinya. Tidak ada seorang pun yang mengamalkan sesuatu yang lebih baik darinya selain seseorang yang mengucapkan lebih banyak darinya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Jabir Radhiallahu ‘anhu meriwayatkan Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda: “Barangsiapa mengucapkan : Subhanallah Wa Bi Hamdihi
(Mahasuci Allah dengan segala pujian bagi-Nya) niscaya ditanamkan baginya sebatang pohon kurma di surga.” (HR. At Tirmidzi, Ibnu Hibban dan Al Hakim, hadits shahih)

Beliau Shalallahu ‘Alaihi Wassalam juga bersabda: “Barangsiapa mengucapkan Subhanallah Wa Bi Hamdihi
dalam sehari seratus kali, niscaya dihapus kesalahannya walau sebanyak buih (busa) di lautan.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Beliau Shalallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda pula: “Ada dua kalimat yang ringan di lisan, berat dalam timbangan dan mendatangkan cinta Ar Rahman
"Subhanallah Wa Bi Hamdihi, Subhanallahil Azhim"

(Mahasuci Allah dengan segala pujian baginya, Maha Suci Allah yang Maha Agung).” (HR. Bukhari dan Muslim)

7. Memperbanyak Istighfar

Allah memuji orang yang melakukannya:
“Dan orang-orang yang selalu beristighfar pada waktu sahur (penghujung malam).” (QS. Ali Imran:17)

Ibnu Umar radhiallahu ‘anhu berkata: “Dalam satu majelis kami menghitung Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam sebanyak seratus kali mengucapkan
(Wahai Rabb, ampuni dan terimalah taubat hamba, sesungguhnya Engkau adalah Maha Menerima taubat dan Maha Pengampun).” (HR. Ahmad, Abu Dawud, Ibnu Majah. Hadits shahih)

8. Bershalawat dan Salam Kepada Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wassalam

Allah Ta’ala berfirman:
“Sesungguhnya Allah dan Malaikat-MalaikatNya bershalawat untuk Nabi. hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.” (QS. Al Ahzab:56)

Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda: “Barangsiapa bershalawat kepadaku sekali maka Allah bershalawat kepadanya sepuluh kali.” (HR. Muslim, At Tirmidzi, Abu Dawud dan an Nasa’i)

9. Bersedekah

Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassalam bersabda: “Shadaqatus Sirr (sedekah yang dilakukan sembunyi-sembunyi) memadamkan kemarahan Rabb.” (HR. Al Baihaqi, dan dishahihkan Al Albani dalam Shahihul Jami’ 1453)

Dan masih banyak lagi amal kebaikan lainnya, semoga Allah mempermudah kita untuk mengamalkannya, Amien.

Maraji’: Kitab Fiqih Ramadhan, oleh Ustadz Abdullah Sholeh Al Hadromi, penerbit Majelis Taklim dan Dakwah Husnul Khatimah, Malang

Jadwal Puasa Di Tahun 2009

1. Puasa tiap hari Senin dan Kamis

2. Puasa 3 (tiga) hari setiap bulan – ’shaumul biidh’ -
Yakni pada tanggal 13.14.15 – penanggalan Islam – (saat bulan purnama).
- 10, 11, 12 Januari 2009 / Muharram 1430 H
- 9, 10, 11 Februari 2009 / Shafar 1430 H
- 10, 11, 12 Maret 2009/ Rabi’ul Awwal 1430 H
- 9, 10, 11 April 2009/ Rabi’ul Akhir 1430 H
- 9, 10, 11 Mei 2009/ Jumadil Awwal 1430 H
- 7, 8, 9 Juni 2009/ Jumadil Akhir 1430 H
- 6, 7, 8 Juli 2009/ Rajab 1430 H
- 4, 5, 6 Agustus 2009/ Sya’ban 1430 H
- 2, 3, 4 Oktober 2009/ Syawwal 1430 H
- 1, 2, 3 November 2009/ Dzulqa’idah 1430 H
- 1, 2 Desember 2009/Dzulhijjah 1430 H
30 November 2009 bertepatan dengan hari tasyriq – 13 Dzulhijjah 1430 H
Hari tasyriq tidak diperkenankan berpuasa

Puasa Ramadhan 1430 H : 22 Agustus 2009 – 19 September 2009

3. Puasa 1/3 (sepertiga) bulan – Yakni di bulan Dzulhijjah.
Antara 18 November 2009 – 17 Desember 2009/ Dzulhijjah 1430 H
Puasa tanggal 9 Dzulhijjah (Arafah) bagi selain orang yang melaksanakan haji.
Yakni : 26 November 2009/ 9 Dzulhijjah 1430 H

Tidak diperkenankan berpuasa :
Hari Idul Adha – 10 Dzulhijjah/ 27 November 2009
Hari tasyriq – 11, 12, 13 Dzulhijjah/ 28, 29, 30 November 2009/ Dzulhijjah 1430 H

4. Puasa bulan Muharram – ‘Asyura’ selama 3 (tiga) hari – tanggal 9,10,11 Muharram.
Sangat dianjurkan tanggal 9 dan 10 ( Tasu’a dan ‘Asyura )
Yakni : 6, 7 dan 8 Januari 2009/ Muharram 1430 H.
26, 27, 27 Desember 2009/ Muharram 1431 H

5. Puasa pada sebagian bulan Sya’ban.
Antara 23 Juli – 21 Agustus 2009.

6. Puasa 6 hari pada bulan Syawwal.
Antara 21 September – 19 Oktober 2009.
Tidak diperkenankan puasa pada 1 Syawwal – 20 September 2009.

7. Puasa Daud – berpuasa berselang-seling.
Berpuasa satu hari lalu berbuka satu hari

Jumat, 07 Agustus 2009

Terbanglah "Burung Merak"

Si Anjing Liar Dari Jogjakarta
Apa Kabarmu ?
Kurindu Gonggongmu
Yang Keras Hantam Cadas

Si Kuda Binal Dari Jogjakarta
Sehatkah Dirimu ?
Kurindu Ringkikmu
Yang Genit Memaki Onar

Dimana Kini Kau Berada ?
Tetapkah Nyaring Suaramu ?

Si Mata Elang Dari Jogjakarta
Resahkah Kamu ?
Kurindu Sorot Matamu
Yang Tajam Belah Malam

Dimana Runcing Kokoh Paruhmu ?
Tetapkah Angkuhmu Hadang Keruh ?

Masih Sukakah Kau Mendengar ?
Dengus Nafas Saudara Kita Yang Terkapar
Masih Sukakah Kau Melihat ?
Butir Keringat Kaum Orang Kecil Yang Terjerat
Oleh Slogan Slogan Manis Sang Hati Laknat
Oleh Janji Janji Muluk Tanpa Bukti

Dimana Kini Kau Berada ?
Tetapkah Nyaring Suaramu ?
Dimana Runcing Kokoh Paruhmu ?
Tetapkah Angkuhmu Hadang Keruh ?

Lagu ini diciptakan oleh Iwan Fals untuk sahabatnya WS Rendra yang malam tadi telah meninggal dunia. Semoga setiap Kejadian membawa hikmah buat orang2 yang berfikir bahwa sesungguhnya hidup di dunia hanya sementara..
Selamat Tinggal Burung Merak...

Kamis, 30 Juli 2009

Bahaya Kantong Plastik Kresek

Di bawah ini adalah surat edaran dari BPOM tentang bahayanya kantong kresek jika di gunakan untuk pembungkus makanan secara langsung karena proses pembuatan kantong kresek yang tidak steril dan daur ulang dari plastik yang tidak jelas.

BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN
REPUBLIK INDONESIA
Jalan Percetakan Negara 23, Jakarta 10560 Indonesia
Telephone : 62-21 – 4244688, Fax. : 62-21 - 4250764
PERINGATAN PUBLIK / PUBLIC WARNING
TENTANG
KANTONG PLASTIK “KRESEK”
Nomor: KH.00.02.1.55.2890
Tanggal : 14 Juli 2009
Menindaklanjuti hasil pengawasan terhadap kantong plastik kresek, Badan POM RI
perlu mengeluarkan peringatan kepada publik sebagai berikut:
1. Kantong plastik kresek berwarna terutama hitam kebanyakan merupakan
produk daur ulang yang sering digunakan untuk mewadahi makanan.
2. Dalam proses daur ulang tersebut riwayat penggunaan sebelumnya tidak
diketahui, apakah bekas wadah pestisida, limbah rumah sakit, kotoran hewan
atau manusia, limbah logam berat, dll. Dalam proses tersebut juga
ditambahkan berbagai bahan kimia yang menambah dampak bahayanya
bagi kesehatan.
3. Jangan menggunakan kantong plastik kresek daur ulang tersebut untuk
mewadahi langsung makanan siap santap.
4. Bagi masyarakat yang ingin mendapatkan informasi lebih lanjut dapat
menghubungi Unit Layanan Pengaduan Konsumen Badan POM RI dengan
nomor telepon 021-4263333 dan 021-32199000 atau e-mail ulpk@pom.go.id
dan ulpkbadanpom@yahoo.com atau melihat di website Badan POM,
www.pom.go.id
5. Demikian peringatan ini disampaikan untuk disebarluaskan.

Kamis, 02 Juli 2009

Raihan - Peristiwa Shubuh

Am Em C Em
Tabuh berbunyi gemparkan alam sunyi
C G C E
Berkumandang suara adzan
Am Em C Em
Mendayu memecah sepi
C G C E
Selang seli sahutan ayam
Am Em C Em
Tetapi insan kalaupun ada hanya
C G C E
Mata yang jelek dipejam lagi
Am Em C Em
Hatinya penuh benci
C G C E
Berdengkurlah kembali
C Em C Em
Begitulah peristiwa di Subuh hari
C G C Em
Suara insan di alam mimpi
Am Em C Em
Ayo bangunlah tunaikan perintah Allah
C G C E
Sujud mengharap keampunanNya
Am Em C Em
Bersyukurlah, bangkitlah segera
C G C E
Moga mendapat keridhoannya
C Em C Em
Begitulah peristiwa di Subuh hari
C G C Em
Setiap pagi, setiap hari

Opick - Bila Waktu T’lah Berakhir

Intro: Dm A7 Bb F Gm A7 (2x)
Dm A7 Bb F Gm A7
Bagaimana kau merasa bangga akan dunia yang sementara
Dm A7 Bb F Gm F Em A7
Bagaimanakah bila semua hilang dan pergi meninggalkan dirimu
Interlude: Dm A7
Dm A7 Bb F Gm A7
Bagaimanakah bila saatnya waktu terhenti tak kau sadari
Dm A7 Bb F Gm F Em A
Masihkah ada jalan bagimu untuk kembali mengulang ke masa lalu
Dm A7 Bb Gm Dm A7 Bb Gm F A7
Dunia dipenuhi dengan hiasan semua dan segala yang ada akan kembali kepadaNya
Dm C Bb F Gm A7
Reff: Bila waktu telah memanggil, teman sejati hanyalah amal
Dm C Bb F Gm A7
Bila waktu telah terhenti, teman sejati tinggallah sepi
Interlude: Fm Em Dm Fm Gm Am Bb A7
Kembali ke: Reff
Interlude: Dm C Bb F Gm A7
Dm C Bb F Gm A7
Bila waktu telah terhenti, teman sejati tinggallah sepi
Coda: Dm A7 D

Chrisye - Ketika Tangan & Kaki Berkata

Intro: Dm A 4x
Dm A
Akan datang hari
Bb F
Mulut dikunci
Gm F C A
Kata tak ada lagi
Dm A
Akan tiba masa
Bb F
Tak ada suara
Gm F C
Dari mulut kita
Gm Dm
Berkata tangan kita
Gm F
Tentang apa yang dilakukannya
Gm Dm
Berkata kaki kita
Gm A
Kemana saja dia melangkahnya
Dm A
Tidak tahu kita
Bb F
Bila harinya
Gm F Bb F
Tanggung jawab tiba
Intro : Gm Dm 2x
Bb Fm D# C
Bb Fm G# D# C
Bb F
Rabana
C
Tangan kami
F
Kaki kami
Bb
Mulut kami
C F
Mata hati kami
C
Luruskanlah
F
Kukuhkanlah
Bb
Dijalan cahaya
C
Sempurna
Dm A
Mohon karunia
Bb F
Kepada kami
Gm F Bb F
Hamba-Mu yang hina
Coda: Dm A Gm F